Loading
  • November 8, 2018
  • By yogi iskandar
  • Branding
  • Comments Off on Apakah kita sudah betul – betul mengenal produk kita? | 3 Level Produk (Part 2)

Apakah kita sudah betul – betul mengenal produk kita? | 3 Level Produk (Part 2)

Di artikel sebelumnya kita telah membahas level pertama dari 3 level produk. Mari sekarang kita melanjutkan pembahasan topik tersebut.

Actual Product

Actual product kita adalah level kedua dari produk kita dan adalah manifestasi core product yang kita jual. Actual productbisa berupa servis maupun barang dan bisa berwujud maupun tidak berwujud. Core product adalah alasan pelanggan kita membeli produk kita, tetapi actual product kita adalah apa yang dibeli. Contoh actual product adalah handphone, mobil, botol minum, pemijatan, dll. Karena core product adalah konsep abstrak, actual product kita bisa menjadi hal yang membedakan produk kita dari para kompetitor.

Contoh barang:

Actual product dari contoh barang sebelumnya adalah bantal yang dijual. Berikut bantalnya adalah konten barang tersebut seperti isi bantalnya (contoh: bulu angsa, microfibre, gel), nama brand bantalnya, sarungnya (bila termasuk dengan pembelian), packaging bantalnya, dll.

Contoh servis:

Actual product dari contoh servis sebelumnya adalah servis taksi onlinenya sendiri. Di contoh servis tersebut, actual product-nya termasuk pemanggilan taksi, fitur – fitur yang tersedia selama perjalanannya (AC, radio, kursi yang nyaman, makanan atau minuman), dan perjalanan ke destinasinya. Bila pelanggannya mengobrol dengan supir taksinya, maka itupun bisa menjadi bagian dari actual product.

Augmented Product

Augmented product adalah level terakhir dari 3 level produk kita. Level ini adalah hal – hal yang disediakan berikut 2 level sebelumnya tetapi diluar 2 level tersebut. Saat membeli sebuah produk, kita akan mendapat hal – hal yang melebihi intisari produk tersebut (core product) dan produknya sendiri (actual product). Hal – hal tersebut bisa berupa customer service, garansi, instruksi pemakaian, dll. Bila produknya sedikit mahal, mereka juga bisa dibayar dengan cicilan. Itu juga salah satu contoh dari augmented product.

Selain actual product, kita juga bisa membedakan produk kita di level augmented product; bila core dan actual productkita setara dengan kompetitor – kompetitor kita, maka bila kita mempunyai augmented product yang lebih baik, kita akan mempunyai nilai yang lebih tinggi.

Contoh barang:

Augmented product contoh barang sebelumnya bisa menjadi garansi bantal tersebut, bisa juga menjadi pengantaran bantalnya ke rumah pelanggan, atau, bila bantal yang spesial, instruksi cara penggunaan untuk tidur. Tokonya juga bisa memberi video – video mengenai cara tidur dengan nyenyak. Hal itu bukanlah sesuatu yang berhubungan langsung dengan bantal dan adalah bagian dari augmented product toko bantal tersebut.

Contoh servis:

Augmented product contoh servis sebelumnya bisa menjadi poin yang mereka dapat bila menggunakan servis taksi online, bisa juga call center yang disediakan untuk menangani keluhan, jaminan bahwa servis yang digunakan disediakan dengan aman, dll.

Mengapa mengerti produk itu penting?

Ada beberapa alasan mengapa mengerti produk yang kita jual itu penting. Alasan pertama adalah bahwa untuk bisa menjual produk kepada pelanggan kita, kita harus mengerti produk kita. Bila kita tidak mengerti apa yang dicari oleh pelanggan kita (core product), apa yang kita jual (actual product), ataupun fitur – fitur yang disediakan berikut produk kita (augmented product), bagaimana mungkin kita memasarkan produk kita ke pelanggan – pelanggan kita? Salah satu bahayanya adalah kita jatuh ke kondisi marketing myopia yang sudah dibahas di artikel sebelumnya. Di contoh yang digunakan di artikel tersebut, Kodak melupakan core product dari produk mereka dan akhirnya jatuh ke kondisi marketing myopia.

Selain itu, pengertian 3 level produk dapat membantu kita saat mau memulai bisnis atau membuat produk baru. Kita dapat memulai dengan memikirkan core product yang ingin kita jual (kenyamanan, status, reputasi, transportasi, kebahagiaan, dll.). Setelah mengerti, kita bisa mengubah konsep abstrak yang ingin kita jual menjadi actual product agar menjadi sesuatu yang orang – orang bisa beli. Setelah memutuskan actual product yang ingin dijual, baru kita bisa menambahkan fitur – fitur yang akan diinginkan oleh pelanggan kita (augmented product).

Source:

https://en.wikipedia.org/wiki/Core_product

https: marketing-insider.eu/three-levels-of-product/

http: www.marketingteacher.com/three-levels-of-a-product/