Loading
  • October 9, 2018
  • By yogi iskandar
  • Branding
  • Comments Off on Apakah langkah – langkah yang ditetapkan sudah SMART?

Apakah langkah – langkah yang ditetapkan sudah SMART?

Saat menjalani bisnis, satu hal yang sangat penting adalah menentukan misi dan visi; sebuah pengartian bisnis kita melebihi dari sekedar mata pencaharian saja. Misi dan visi bisnis kita adalah tujuan yang kita kejar di jangka panjang, tetapi untuk bisa mencapai tujuan tersebut kita harus menetapkan langkah – langkah yang kita harus capai dalam jangka pendeknya. Tetapi bagaimana cara menetapkan langkah – langkah tersebut? Kita harus memastikan bahwa mereka SMART.

Konsep SMART atau SMART goals adalah sebuah kerangka yang sering digunakan oleh para pebisnis di seluruh dunia. Untuk menetapkan langkah – langkah yang SMART, kita harus mengikuti faktor – faktor berikut :

S – Specific
Huruf pertama di SMART berarti specific. Agar upaya kita tetap terfokus, langkah yang kita tetapkan harus spesifik. Untuk membuat langkah yang spesifik, kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

  1. Apa yang ingin kita lakukan?
  2. Mengapa langkah ini penting?
  3. Siapa saja yang terlibat?
  4. Dimana hal ini harus dilakukan?
  5. Apa saja yang kita perlukan untuk melakukan langkah ini?

Setelah menjawab pertanyaan – pertanyaan ini, barulah langkah yang kita tetapkan menjadi spesifik.
Contoh :

  • Sebagai contoh, kita ingin memulai bisnis sendiri. Maka, langkah yang dapat kita tetapkan adalah :
  • “Saya ingin mendapatkan keterampilan dan pengalaman yang banyak dari tempat kerja saya agar bisa membuka bisnis saya sendiri.”

Mari kita lihat apakah langkah tersebut menjawab pertanyaan – pertanyaan kita diatas.

  1. Apa yang ingin dilakukan?
    Mempelajari keterampilan dan mendapatkan pengalaman dari tempat kerja saya sekarang.
  2. Mengapa langkah ini penting?
    Karena tujuan saya di jangka panjang adalah untuk membuka bisnis saya sendiri.
  3. Siapa saja yang terlibat?
    Saya, tempat kerja saya sekarang, dan teman sekerja saya yang bisa saya pelajari.
  4. Dimana hal ini harus dilakukan?
    Di tempat kerja saya sekarang.
  5. Apa saja yang saya perlukan untuk melakukan langkah ini?

Kesempatan untuk mempelajari dari tempat kerja saya sekarang.
Karena langkah tersebut sudah menjawab semuar pertanyaan diatas, maka langkah tersebut adalah langkah yang spesifik. Tetapi, untuk membuat langkah yang SMART, kita harus memenuhi faktor – faktor lain juga.

M – Measurable
Huruf kedua berarti measurable atau “terukur”. Sangatlah penting untuk menetapkan langkah yang terukur agar dapat mengukur kemajuan kita. Bila langkah yang akan kita tentukan bersifat kuantitatif, maka langkah yang kita tetapkan harus diikuti dengan angka yang kita harus capai. Tetapi tidak semua langkah harus disertai dengan angka, contohnya bila langkah yang kita akan tetapkan tidak bersifat numerik. Namun, apakah langkahnya numerik atau tidak, kita harus menetapkan dead line agar bisa mengukur tingkat pencapaian langkah tersebut.

Contoh :

  1. Langkah yang bersifat numerik :
    “Saya ingin menyelesaikan paling tidak 3 buku bisnis pada akhir minggu ini agar dapat mendapatkan pengetahuan untuk memulai bisnis sendiri.”
  2. Langkah yang tidak bersifat numerik :
    “Saya ingin mendapatkan keterampilan dan pengalaman yang banyak dari tempat kerja saya agar bisa membuka bisnis saya sendiri dalam 5 tahun mendatang.”

A – Achievable
2 huruf pertama SMART adalah mengenai rincian yang kita harus muat didalam langkah kita, sedangkan 3 huruf terakhir adalah mengenai pertanyaan – pertanyaan yang kita harus tanya pada kita sendiri. Huruf ketiga SMART berarti achievable atau “dapat dicapai”. Langkah yang kita tetapkan harus memberi tantangan agar kita dapat berkembang, tetapi langkah tersebut juga harus memungkinkan. Untuk memastikan bahwa langkah yang kita buat dapat dicapai, kita harus memikirkan pertanyaan – pertanyaan ini :

  1. Bagaiamana kita dapat menyelesaikan langkah ini?
  2. Apakah langkah ini realistis setelah mempertimbangkan segala keterbatasan, baik segi keuangan maupun faktor lain?

Contoh langkah yang tidak memungkinkan adalah jika tujuan yang kita tetapkan adalah untuk “membaca 300 buku bisnis minggu ini”. Hal ini tidak memungkinkan karena kita harus mempertimbangkan faktor fisik serta waktu.

R – Relevant
Huruf R di SMART adalah relevant. Langkah yang kita tetapkan harus relevan, tidak hanya terhadap misi dan visi jangka panjang kita, tetapi juga terhadap faktor – faktor lain. Pertanyaan – pertanyaan berikut dapat membantu kita untuk membuat langkah yang relevan :

  • Apakah langkah ini bermanfaat?
  • Apakah saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukan langkah ini?
  • Apakah langkah ini dapat membantu kita untuk mencapa tujuan jangka panjang kita?
  • Apakah saya seseorang yang bisa mencapai langkah ini?
  • Apakah langkah ini dapat dilakukan di keadaan sekarang (sosial, ekonomi, dll.)?

Jika jawaban dari pertanyaan diatas adalah “ya”, maka langkah yang kita tetapkan adalah relevan.

T – Time-bound
Huruf terakhir dari SMART berarti time-bound atau “terjadwal”. Memang mirip dengan syarat kedua, tetapi langkah yang kita tetapkan tidak hanya disertai dengan dead line tetapi juga harus terjadwal. Untuk membuat langkah yang terjadwal, kita harus dapat menjawab pertanyaan – pertanyaan berikut :

  • Kapan harus langkah ini dicapai?
  • Apa yang seharusnya sudah kita lakukan sebelum waktu X?
  • Apa yang seharusnya sudah kita lakukan sebelum waktu Y?
  • Apa yang dapat kita lakukan sekarang?

Pertanyaan kedua dan ketiga kali ini harus dimodifikasi tergantung tujuan yang langkah ini ingin capai. Contohnya, bila dead line untuk langkah ini adalah “akhir minggu ini”, maka pertanyaan kedua bisa menjadi “Apa yang seharusnya sudah kita lakukan sebelum hari Rabu?”. Pertanyaan ketiga bisa saja menjadi “Apa yang seharusnya sudah kita lakukan sebelum hari Jumat?”. Menggunakan contoh buku sebelumnya, maka jawabannya bisa menjadi “Saya harus menyelesaikan 1 buku pada hari Rabu agar mempunyai waktu untuk menyelesaikan 2 buku lagi”. Bisa juga jawabannya menjadi “Saya harus menyelesaikan pekerjaan saya sebelum hari Jumat agar saya mempunyai waktu luang yang cukup untuk menyelesaikan 3 buku minggu ini”. Kepentingan syarat ini adalah untuk memastikan agar langkah yang kita tetapkan dapat dilakukan secara mulus dan tanpa penundaan.

Untuk mewujudkan visi dan misi, kita harus merencanakan langkah – langkah yang kita harus capai terlebih dahulu. Perencanaan langkah – langkah tersebut sangatlah penting agar kita tidak tersesat dalam pengejaran impian bisnis kita. Dalam perencanaan itu, ingatlah untuk selalu menjadi SMART.