Loading
  • July 21, 2020
  • By yogi iskandar
  • Berita Manajemen SDM
  • Comments Off on BUMN Ramai-Ramai Bantu UMKM

BUMN Ramai-Ramai Bantu UMKM

Diferensiasi produk yang dihasilkan oleh UMKM Indonesia itu bagus-bagus kualitasnya. Tapi sayangnya mereka tidak memiliki kesempatan untuk bisa jualan hingga ke luar negeri. Karena itu area penyelesaiannya musti menggunakan korespondensi life style yang kompeten.

Pemerintah melalui Menteri BUMN, Erick Thohir mengaku siap untuk bekerjasama dengan pihak swasta dalam meningkat kemampuan pasar UMKM. Bahkan Erick mewajibkan beberapa BUMN untuk bersedia memberikan proyek kepada pelaku UMKM. Ide ini muncul setelah dilakukan mapping pada 30 BUMN yang akan diprioritaskan untuk UMKM.

Nilai tender-nya mencapai Rp. 2 hingga 14 miliar. Jumlah modal yang nantinya dipergunakan bagi pengembangan sektor mikro kecil dan menengah, selain sektor lain, seperti: kesehatan, sosial dan ekonomi. Sejumlah rekomendasi juga direalisasikan melalui pengembangan pelabuhan Benoa di Bali yang nantinya dipersiapkan sebagai pelabuhan dagang internasional.

Ekonomi Karena Corona.

UMKM menjadi salah satu sektor yang mendapat pukulan berat akibat pandemi Corona. Jumlahnya ada 64,2 juta, tapi per 20 April 2020 tercatat 538.385 pekerja di sektor UMKM di PHK. Kondisi ini bisa terjadi setelah 31 ribu lebih perusahaan tempat mereka bekerja, terkena dampak Corona.

Pariwisata dinyatakan sebagai sektor UMKM yang mendapat pukulan paling telak selama pandemi Corona. Efek yang sama dialami oleh pelaku usaha di sektor pangan. Penurunan omzetnya hampir 60 sampai 70% dibanding hari-hari sebelumnya. Bahkan berdasarkan laporan INDEF, hanya 10% UMKM yang tidak terkena dampaknya. Menurunnya aktivitas dan daya beli masyarakat mengakibatkan tidak sedikit UMKM sekarang ini banyak gulung tikar.

Langkah yang cepat, tepat, serta nyata telah dilakukan Pemerintah dengan menyiapkan sederet insentif agar usaha mereka dapat terus bertahan. Skema modal dari stimulus bantuan telah diusahakan untuk mampu menjangkau semua pelaku usaha kecil. Presiden Joko Widodo bahkan mendelegasikan jangkauan distribusi modal hingga ke PKL, serta tukang gorengan.

Selain itu, pemerintah melalui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyarankan kepada pelaku UMKM untuk mulai berani merambah pasar ekonomi digital atau e-commerce. Menurutnya di tengah pandemi covid-19 pelaku usaha harus sudah bisa melihat kesempatan dan masuk ke dalam e-commerce.

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura 2 itu menyatakan, melalui platform e-commerce banyak pelaku UMKM akan mampu tumbuh secara pesat. Selain itu dengan kehadiran pandemi covid-19, ia mengajak masyarakat untuk mulai bersiap-siap menghadapi New Normal, dimana nantinya e-commerce akan menjadi platform utama dalam interaksi roda perekonomian nasional di masa depan.

Konsep Sinergi BUMN dengan UMKM.

Ini sedang dilakukan dan realisasinya bisa dikatakan cukup menjanjikan bagi 328 ribu UMKM. Karena faktor tersendatnya kegiatan ekonomi, imbas pandemi corona di Indonesia sangat mempengaruhi pelaku UMKM. Terutama bagi yang tingkat permodalannya terbatas.

Kementerian BUMN menegaskan keseriusannya untuk memperkuat peran usaha mikro kecil menengah guna mendukung perbaikan perekonomian nasional. Hal tersebut ditunjukan dengan rencana sinergi PT Bank Rakyat Indonesia Persero melalui UMKM go online sehingga UMKM dapat bertahan di masa pandemi.

Setelah sinergi Bank BRI dengan Sarinah guna pembiayaan dan penyediaan produk-produk UKM yang berkualitas di pusat perbelanjaan Sarinah building. Kali ini Bank Rakyat Indonesia bersama 8 (delapan) perusahaan BUMN lainnya terhitung sejak 15 Juni 2020 membentuk suatu ekosistem pasar digital UMKM yang diberi nama PaDI UMKM.

Ini merupakan bagian kontribusi pemerintah dalam mempertemukan UMKM dengan BUMN guna mengoptimalkan transaksi penjualan BUMN pada UMKM, serta menjadi suatu experience bagi UMKM saat memasuki dunia transaksi digital untuk skala kecil, medium, maupun besar. Interaksi dagang yang dibangun melalui platform ini akan memudahkan 9 BUMN (BRI, Pertamina, Pupuk Indonesia, Wijaya Karya, Waskita Karya, Telkom, Perum Pegadaian, PNM dan PP) untuk menyalurkan pembiayaan atau permodalan dan coaching clinic kepada UMKM yang telah bergabung.

Masing-masing institusi memiliki skema kinerja yang cukup aktif. Proyek-proyek pendataan seperti B2B dan Data Centralized Agregator dipegang oleh Telkom sesuai kapasitasnya selama ini. 3 BUMN lainnya, seperti: BRI, Perum Pegadaian dan PNM tugasnya mengkoordinasi kinerjanya sebagai badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan. Untuk berbagai inisiatif, maupun sinergi pengembangan produk dengan UMKM diambil oleh Pertamina, Pupuk Indonesia, Wijaya Karya, Waskita Karya, dan PP sebagai top pilot.